SUKABUMI, Cybernewsnasional.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata (Dispar) melakukan koordinasi dan audiensi dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi terkait permohonan data pertanahan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya identifikasi, perencanaan, serta pengembangan potensi pariwisata di kawasan pesisir dan wilayah Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (5/3/2026) tersebut bertujuan untuk memperoleh data kepemilikan dan peruntukan lahan yang nantinya akan menjadi dasar kajian dalam penyusunan kebijakan pengembangan pariwisata daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan koordinasi dengan Kantor Pertanahan sangat penting untuk memastikan pemetaan kawasan yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata.
“Kami berharap melalui koordinasi ini dapat diketahui secara jelas lahan-lahan yang masih berpeluang untuk dikelola pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan kawasan pariwisata pesisir, khususnya dari Cisolok hingga Tegalbuleud yang panjangnya sekitar 117 kilometer,” ujar Ali Iskandar.
Menurutnya, data tersebut akan menjadi bahan analisis untuk menyusun perencanaan pengembangan pariwisata yang terintegrasi dengan konsep Master Plan Geopark serta rencana tata ruang wilayah.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan identifikasi terhadap kawasan sempadan pantai untuk memastikan pemanfaatan lahan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
“Kami juga akan mengidentifikasi mana saja area yang termasuk sempadan pantai dan memastikan pemanfaatannya sesuai aturan. Jika terdapat penggunaan lahan yang tidak sesuai peruntukan, maka hal itu akan menjadi bahan bagi pimpinan untuk menentukan langkah lanjutan,” jelasnya.
Ali menambahkan, upaya penataan kawasan pesisir tersebut sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar kawasan Palabuhanratu dan sekitarnya dapat tertata lebih baik sebagai kawasan wisata unggulan.
“Ke depan kawasan Palabuhanratu, dari Cisolok sampai Tegalbuleud, harus tertata sesuai peruntukannya. Data yang kami kumpulkan ini akan menjadi referensi bagi pimpinan dalam menentukan kebijakan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan,” katanya.
Melalui koordinasi lintas perangkat daerah ini, Dispar berharap terbangun sinergi yang kuat dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
(AZ)













