Semarak 33 Tahun Kota Tangerang! Karnaval Budaya Meriahkan Pasar Lama hingga Masjid Agung Al-Ittihad, Perkuat Identitas dan Kebersamaan

oleh -326 Dilihat
oleh
Penampilan salahsatu peserta Karnaval, dari Pesantren An-Nuqtoh.
banner 468x60

TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang berlangsung meriah dan penuh warna. Ribuan pelajar dan warga memadati kawasan Pasar Lama hingga pelataran Masjid Agung Al-Ittihad dalam Karnaval Seni dan Budaya, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama PC Fatayat NU ini tidak sekadar menjadi parade seni. Karnaval menjadi ruang perjumpaan lintas generasi dan komunitas, sekaligus panggung ekspresi kreativitas anak muda dalam merayakan keberagaman budaya yang tumbuh subur di Kota Tangerang.

banner 336x280

Warna-warni kostum tradisional dan modern, alunan musik daerah, hingga pertunjukan teatrikal para pelajar SMP dan SMA menciptakan atmosfer semarak yang memikat perhatian masyarakat. Sorak sorai dan gelak tawa menyatu, memperlihatkan wajah Kota Tangerang yang kreatif, harmonis, dan penuh semangat.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Herman Suwarman, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa perjalanan 33 tahun Kota Tangerang adalah kisah tentang kerja keras, kolaborasi, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

“Yang paling penting adalah tumbuhnya rasa memiliki terhadap kota ini. Kota bukan sekadar wilayah administratif, melainkan rumah bersama. Rumah yang baik bukan hanya kokoh secara fisik, tetapi juga hangat secara sosial,” ujar Herman.

Ribuan peserta karnaval berbaris rapi di sepanjang kawasan pasar lama hingga masjid Agung Al-ittihad yang diikuti 33 lembaga pendidikan meriah meramaikan acara.

Ia menegaskan, pembangunan tidak semata tentang infrastruktur megah, tetapi juga tentang menjaga identitas, karakter, dan nilai-nilai luhur masyarakat. Pemkot berkomitmen menjadikan Tangerang sebagai kota maju dan modern tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi fondasi kehidupan sosial.

Momentum HUT ke-33 tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Herman menyebut, Ramadan harus dimaknai sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan mempererat kebersamaan antarwarga.

“Kemajuan kota harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas iman dan akhlak warganya. Mari jadikan HUT ke-33 ini sebagai momen evaluasi sekaligus menumbuhkan harapan untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Di tengah kemeriahan karnaval, peringatan hari jadi Kota Tangerang terasa bukan hanya sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, ia menjadi perayaan rasa memiliki—bahwa kota ini dibangun dan dijaga bersama, dengan semangat kebersamaan yang terus tumbuh dari generasi ke generasi.

***(Red)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.