Mengakselerasi Potensi Gunung: Strategi Baru Pariwisata Kabupaten Sukabumi

oleh -3484 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUKABUMI, Cybernewsnasional.com Berbicara tentang Kabupaten Sukabumi, mata dunia mungkin tertuju pada eksotisme pesisir Geopark Ciletuh yang telah menyandang status UNESCO Global Geopark. Namun, jika Anda mengarahkan pandangan ke arah utara, “Gurilapss” (Gunung, Rimba, Laut, Pantai, Sungai, Seni Budaya)—sebuah tagline kebanggaan daerah ini—menunjukkan taringnya melalui kemegahan pegunungan yang menembus awan.
Di sana, udara dingin yang menusuk tulang berpadu dengan kabut tebal, menciptakan simfoni alam yang menjadi magnet bagi ratusan ribu pelancong setiap tahunnya.
Ikon Adrenalin di Jantung Rimba
Primadona yang tak tergoyahkan saat ini adalah Situ Gunung di Kecamatan Kadudampit. Kawasan yang terletak di kaki Gunung Gede Pangrango ini bukan sekadar danau tenang, melainkan pusat inovasi wisata adrenalin. Situ Gunung Suspension Bridge telah lama dikenal sebagai salah satu jembatan gantung di tengah hutan terpanjang di Asia Tenggara.
Bagi yang haus akan tantangan lebih, wahana baru seperti Keranjang Sultan dan Flying Fox sepanjang 753 meter siap memacu jantung sembari menyuguhkan pemandangan lembah purba dari ketinggian. Tak heran jika tingkat kunjungan ke sini terus melonjak, terutama saat masa libur panjang.
Dua Raksasa: Gede dan Salak
Sukabumi beruntung karena menjadi “pintu masuk” bagi dua gunung api aktif paling populer di Indonesia: Gunung Gede (2.958 mdpl) dan Gunung Salak (2.211 mdpl).
Gunung Gede & Pangrango: Jalur pendakian via Selabintana di Sukabumi dikenal sebagai jalur yang paling menantang dibandingkan jalur Bogor atau Cianjur, menawarkan vegetasi hutan hujan tropis yang masih sangat rapat.
Gunung Salak & Halimun: Di wilayah Cidahu, para petualang dapat menemukan Batu Tapak Camping Ground yang menawarkan sensasi berkemah dengan fasilitas lengkap, sangat cocok untuk keluarga yang ingin merasakan atmosfer pegunungan tanpa harus mendaki berjam-jam.
Potensi Wisata Masa Depan
Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berinovasi untuk mempermudah akses ke berbagai destinasi ini. Salah satu gebrakan terbaru adalah rencana peluncuran Kereta Api Wisata Jaka Lalana pada Desember 2025, yang diproyeksikan menjadi tulang punggung transportasi wisatawan dari kota-kota besar menuju pusat-pusat wisata pegunungan.
Meski tantangan seperti perbaikan tata kelola sampah dan pencegahan pungli masih membayangi, komitmen daerah untuk mendorong pariwisata berbasis lingkungan dan budaya lokal tetap kuat. Dengan kekayaan alam yang seolah tak ada habisnya, gunung-gunung di Sukabumi bukan sekadar gundukan tanah tinggi, melainkan “amunisi” utama penggerak ekonomi warga lokal sekaligus pelarian sempurna bagi jiwa-jiwa yang penat dengan hiruk-pikuk kota.

Potensi besar pariwisata pegunungan ini tidak dibiarkan tumbuh liar tanpa arah. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa pengembangan kawasan dataran tinggi harus dibarengi dengan kualitas layanan dan ketersediaan infrastruktur yang mumpuni.
Dalam sebuah sesi wawancara terkait kebijakan pariwisata pada Senin, 10 Februari 2025, Ali menyampaikan bahwa kehadiran wisatawan di objek wisata seperti Situ Gunung maupun kawasan pegunungan lainnya harus memberikan dampak timbal balik yang nyata.
“Pengenaan retribusi itu ada syaratnya, salah satunya harus ada kontraprestasi positif yang bisa diberikan dan dirasakan langsung oleh warga masyarakat. Itulah yang disebut retribusi,” ujar Ali Iskandar saat menjelaskan landasan pengembangan destinasi di bawah naungan pemerintah daerah.
Ali menekankan bahwa kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama. Baginya, ketika fasilitas di kawasan pegunungan—mulai dari akses jalan hingga kebersihan area—sudah dibenahi secara total, barulah pemerintah daerah bisa menggali potensi pendapatan secara optimal.
“Kami harus memastikan apa yang harus diberikan oleh daerah, sehingga pariwisatanya meningkat, fasilitasnya lengkap, dan manfaatnya benar-benar dirasakan,” tambahnya pada kesempatan yang sama.
Dengan visi tersebut, gunung-gunung di Sukabumi kini bukan lagi sekadar onggokan alam yang statis, melainkan aset produktif yang terus dipoles. Melalui koordinasi antara peningkatan layanan dan kepatuhan aturan, Ali optimis pariwisata pegunungan akan menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

banner 336x280

(AZ)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.