Karnaval Seni dan Budaya Semarakkan Pasar Lama, Ponpes An-Nuqtoh Tampilkan Kostum Unik Sambut HUT ke-33 Kota Tangerang

oleh -216 Dilihat
Barisan peserta Karnaval Budaya Tradisi Masjid Agung Al-Ittihad di Kawasan Kota Lama Tangerang. (Foto Supriyadi Ups)
banner 468x60

TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Suasana pusat Kota Tangerang lama, mulai dari Tugu Jam Pasar Lama hingga pelataran Masjid Agung Al-Ittihad, tampak lebih semarak dari biasanya. Warna-warni kostum, alunan musik, serta gelak tawa pelajar dan warga menyatu dalam Karnaval Seni dan Budaya yang digelar dalam rangka menyambut bulan Ramadan sekaligus memeriahkan HUT ke-33 Kota Tangerang, Sabtu (14/2/2026).

Ribuan peserta memadati kawasan ikonik Jalan Kisamaun di pusat kuliner Pasar Lama. Dari sekian banyak rombongan, penampilan santriwati dari Pondok Pesantren An-Nuqtoh mencuri perhatian. Kolaborasi kostum yang dikenakan tampil berbeda dan semarak, mulai dari busana berbahan daur ulang sampah plastik hingga nuansa pecinan dengan dominasi warna merah yang mencolok.

banner 336x280

Tak hanya itu, sebagian santriwati mengenakan pakaian adat berkain batik, membawa bakul dan tudung dari anyaman bambu, serta miniatur naga. Perpaduan budaya lokal dan sentuhan Tionghoa tersebut tampil harmonis, meski acara ini digelar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan yang identik dengan tradisi umat Islam.

Guru pembimbing Ponpes An-Nuqtoh, Aulia, menjelaskan bahwa konsep tersebut memang sengaja diangkat untuk merepresentasikan keberagaman budaya Kota Tangerang sebagai kota urban.

“Melihat Kota Tangerang sebagai Kota Urban dengan keragaman Budaya, Kami dari Pesantren Annuqtoh memberi nama Kostum Budaya Kota Tangerang, acara hari ini juga kan dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-33 Kota Tangerang.” terang Aulia, ustadzah pembimbing peserta karnaval dari An-Nuqtoh.

Saat melintasi rute karnaval di sepanjang Jalan Kisamaun-Jalan Kali Pasir, rombongan Ponpes An-Nuqtoh juga memanfaatkan momen untuk berfoto di depan salah satu klenteng yang berada di jalur karnaval. Konsep perpaduan kostum budaya dan aksesori pecinan Tionghoa tampak serasi dikenakan para santriwati berhijab tersebut.

Peserta Karnaval Budaya Tradisi dari Ponpes Annuqtoh berfoto di salahsatu Klenteng di kawasan Pasar lama Kota Tangerang.

Terkait target juara, Aulia menegaskan bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama keikutsertaan mereka dalam karnaval.

“Yang penting semangat anak-anak santri mengikuti lomba, kalah menang urusan rejeki yang akan datang,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan yang berpusat di Masjid Al-Ittihad ini telah berlangsung sejak pagi hari dan disambut antusias masyarakat. Diawali dengan kegiatan ruwahan yang dihadiri Wali Kota Tangerang beserta jajaran, suasana semakin meriah saat siang menjelang sore ketika karnaval dimulai.

Rombongan Karnaval melintasi Masjid Jami Kali Pasir yang merupakan Cagar Budaya Kota Tangerang.

Karnaval secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Tangerang bersama Ketua MUI Kota Tangerang, didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Ketua PKK, serta Ketua Fatayat NU Kota Tangerang selaku penyelenggara.

BACA JUGA: Semarak 33 Tahun Kota Tangerang! Karnaval Budaya Meriahkan Pasar Lama hingga Masjid Agung Al-Ittihad, Perkuat Identitas dan Kebersamaan

Salah satu panitia penyelenggara, Iman Maulana, menyebutkan antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi.

“Ada 33 lembaga yang mengikuti perlombaan, acara ini sekaligus mengawali Gebyar Ramadhan Kariim Al-Ittihad,” terang Iman.

Ia menambahkan, total peserta karnaval mencapai 2.000 orang dari berbagai jenjang lembaga pendidikan. Karnaval Seni dan Budaya ini tak hanya menjadi ajang kreativitas pelajar, tetapi juga menjadi simbol harmoni dan keberagaman budaya yang tumbuh dan berkembang di Kota Tangerang menjelang Ramadan dan perayaan hari jadinya yang ke-33.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.