Dinas PU Sukabumi Petakan Titik Longsor Parungkuda–Kabandungan, Program TA 2026

oleh -1909 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUKABUMI, Cybernewsnasional.comKepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi Uus Firdaus, memastikan sejumlah titik longsor di wilayah Parungkuda, Bojonggenteng hingga Kabandungan menjadi prioritas penanganan infrastruktur daerah.

Beberapa lokasi rawan longsor tersebut berada di perbatasan Kecamatan Parungkuda dan Bojonggenteng, tepatnya di ruas Babakanjaya–Bojonglongok.

banner 336x280

Selain itu, titik rawan juga ditemukan di wilayah Sukatani yang masuk ke Bojonggenteng, serta di kawasan Cianten, Kecamatan Kabandungan.
Uus menjelaskan, kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi warga.

“Di Sukatani sisi kanan yang masuk wilayah Bojonggenteng, serta di Cianten, Kabandungan, juga terdapat titik longsor yang perlu penanganan,” ujarnya.

Tak hanya itu, longsoran juga terjadi di jalur alternatif Tenjo Ayu–Purwasari pada STA 1+100. Dugaan sementara, pergerakan tanah dipicu oleh getaran saat pekerjaan sebelumnya dilakukan.

Menurut Uus, sebagian ruas jalan yang terdampak longsor telah masuk dalam rencana pembangunan infrastruktur tahun 2026, Rabu (11/02/2026).

Sementara untuk titik lainnya yang belum terakomodasi, pihaknya akan mengupayakan agar dapat masuk dalam program pembangunan tahun 2027 melalui koordinasi lintas instansi.

“Beberapa ruas Insyaallah sudah direncanakan untuk 2026. Sisanya akan terus kami perjuangkan agar bisa terealisasi pada 2027,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan perbaikan jalan, Dinas PU akan menerapkan metode konstruksi yang disesuaikan dengan kondisi drainase di masing-masing lokasi.

Jika sistem drainase dinilai kurang memadai, maka opsi betonisasi akan menjadi prioritas. Namun jika drainase masih memungkinkan, maka pengaspalan akan dilakukan.

“Penanganannya fleksibel. Bila drainase buruk, kita betonisasi. Kalau memungkinkan, cukup dengan pengaspalan,” terangnya.

Untuk penanganan titik longsor, satu lokasi diketahui telah memiliki Detail Engineering Design (DED). Dengan demikian, proses pengerjaan akan mengikuti rekomendasi teknis dari konsultan perencana. Sementara titik lainnya masih dalam tahap kajian teknis lanjutan.

Selain perbaikan jalan dan penanganan longsor, UPTD PU Wilayah III Cicurug juga mengusulkan pembangunan dua jembatan, yakni Jembatan Kompa dan Jembatan Cipamatutan. Kedua proyek tersebut telah memiliki DED dan siap dilaksanakan apabila anggaran tersedia.

“Untuk Jembatan Kompa dan Cipamatutan, desain teknisnya sudah selesai. Tinggal menunggu kepastian anggaran, mudah-mudahan bisa direalisasikan tahun ini atau tahun depan,” pungkasnya.

Dengan berbagai rencana pembangunan infrastruktur tersebut, diharapkan akses transportasi masyarakat di Kabupaten Sukabumi semakin lancar dan aman dari risiko bencana longsor.
(AZ)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.