Pelanggan Keluhkan Terhentinya Distribusi Air Bersih Perumda Tirta Benteng, Ini Penyebabnya

oleh -86 Dilihat
Aliran air bersih Perumda Tirta Benteng tak mengalir ke rumah warga.
banner 468x60

TANGERANG, Cybernewsnasional.com — Pelanggan air bersih di wilayah di Kota Tangerang mengeluhkan matinya aliran air bersih dari Perusahaan pengolahan air bersih Perumda Tirta Benteng, Selasa (10/02/2026).

Salahsatu diantaranya dialami Astri seorang Ibu rumah tangga warga kelurahan Nambo, Karawaci Kota Tangerang. Saat hendak beraktifitas pada pagi hari seperti biasanya, Astri dan keluarganya yang berlangganan air bersih mengalami kesulitan akibat terhenti pasokan air dari Perumda Tirta Benteng.

banner 336x280

Dirinya bersama keluarga terpaksa bebersih seadanya untuk beraktifitas pada pagi hari ini. “Anak-anak mandi sekedarnya, akhirnya beli air galon ini buat nambahin,” terang Astri.

Senada dengan Astri, warga Sukasari Kecamatan Tangerang mengeluhkan matinya aliran air bersih dari Perumda Tirta Benteng. Menurutnya sudah lebih dari 12 jam air bersih belum juga mengalir.

“Sudah dari jam 10 malam air mati, sampai sekarang belum ada kepastian kapan ngalirnya,” ungkap Leo.

Saat dikonfirmasi, Humas Perumda Tirta Benteng, Arin, menerangkan, pasca terjadinya pencemaran limbah kimia ke sungai Cisadane akibat kebakaran yang terjadi di gudang pabrik pestisida di Kota Tangerang Selatan pada Senin (09/02/2026) kemarin menyebabkan terhentinya distribusi air bersih.

Menurutnya pihak Perumda Tirta Benteng melakukan hal itu guna mengantisipasi terjadi dampak buruk terhadap kesehatan pelanggan akibat pencemaran limbah pestisida yang terindikasi dari matinya ribuan ikan di sungai Cisadane.

Perusahaan daerah milik pemerintah Kota Tangerang ini menghentikan pengoperasian Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk sementara.

“Kita berhenti operasi IPA dan pendistribusian air ke Pelanggan, yang mengakibatkan aliran air di pelanggan mati,” terang Arin, Humas Perumda Tirta Benteng, saat dihubungi pada Selasa pagi.

Arin mengatakan selain menghentikan sementara pengoperasian IPA, pihaknya telah memonitoring dan mengecek perkembangan kualitas air baku di sungai Cisadane.

“Kalo secara kualitas air baku dan air bersih pasca aliran air sungai yang tercemar dibuang di pintu bendung, sudah kita cek dan hasilnya sudah aman.” paparnya.

Namun demikian, sementara pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk pemenuhan kebutuhan air bersih ke pelanggan pasca terjadinya pencemaran sungai Cisadane akibat terbakarnya gudang pabrik pestisida di Kota Tangerang Selatan.

Sementara pihak Perumda Tirta Benteng tak memproses pengelolaan air bersih, sebaliknya pihak Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) yang memiliki IPA di Cikokol dan Babakan Kecamatan Tangerang, pihak Perumdam TKR mengaku masih mampu melayani pelanggan seperti biasa.

“Seluruh proses pengolahan air dilakukan sesuai standar mutu dan pengawasan kualitas air terus dilakukan secara berkala untuk memastikan air yang diterima pelanggan aman dan layak digunakan.” Terang Perumdam TKR dalam unggahan akun Instagramnya, Selasa pagi.

Diketahui, pada Senin (09/02/2026) 04:30 wib dilaporkan sebuah gudang pabrik pestisida di wilayah Setu Kota Tangerang Selatan. Dalam gudang tersebut ada sekitar 15-20 ton pestisida cair dan bubuk yang lokasinya tak jauh dari sungai Jelatreng.

Dari proses pemadaman selama berjam-jam, air sisa pemadaman mengalir melalui saluran air yang kemudian mengalir ke aliran sungai Jelatreng dan akhirnya masuk ke aliran sungai Cisadane.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.