Menyambut HPN 2026: Ketika Pers Diuji, Bangsa Dipertaruhkan

oleh -137 Dilihat
oleh
H.Sugandi - Pimred Media Cyber News Nasional (MCNN).
banner 468x60

TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Hari Pers Nasional (HPN) 2026 semestinya tidak diperingati sebatas seremoni dan panggung perayaan. Di tengah situasi demokrasi yang kian diuji, HPN justru harus menjadi alarm keras bagi seluruh insan pers dan pemangku kebijakan: ketika pers dilemahkan, maka masa depan bangsa ikut dipertaruhkan. Tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” bukan slogan kosong, melainkan tuntutan zaman yang tidak bisa ditawar.

Fakta di lapangan menunjukkan, kebebasan pers hari ini masih menghadapi ancaman nyata. Tekanan politik, kriminalisasi wartawan, kekerasan di lapangan, hingga intervensi kepentingan ekonomi menjadi persoalan yang belum tuntas. Di sisi lain, banyak media dipaksa bertahan dalam kondisi ekonomi yang rapuh, sehingga independensi kerap dikorbankan demi keberlangsungan usaha. Pers yang sakit secara ekonomi sulit diharapkan sehat secara etika.

banner 336x280

Di era digital, tantangan pers semakin kompleks. Banjir informasi dan hoaks beredar lebih cepat daripada klarifikasi. Media arus utama kerap kalah oleh konten sensasional yang minim verifikasi. Ironisnya, dalam situasi seperti ini, pers justru sering disalahkan, sementara akar persoalan—literasi publik yang rendah dan lemahnya penegakan hukum terhadap penyebar disinformasi—tak kunjung ditangani secara serius.

Pers yang sehat seharusnya berdiri tegak sebagai pengawas kekuasaan, bukan menjadi corong kekuatan politik atau ekonomi tertentu. Namun realitas menunjukkan, tidak sedikit media yang terjebak dalam relasi transaksional dengan penguasa dan pemodal. Jika kondisi ini dibiarkan, maka fungsi pers sebagai pilar demokrasi akan terkikis perlahan, dan kepercayaan publik pun runtuh.

Tema HPN 2026 juga menuntut keberanian negara untuk memastikan kedaulatan ekonomi pers. Tanpa kebijakan yang melindungi keberlangsungan media yang independen, pers akan terus berada dalam posisi rentan. Negara tidak boleh alergi terhadap kritik, sebab pers yang kritis justru menjadi penyangga utama bangsa yang kuat dan berdaulat.

Menyambut HPN 2026, sudah waktunya insan pers melakukan otokritik secara jujur, dan pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab. Pers yang sehat tidak lahir dari pembungkaman, tetapi dari keberanian menyuarakan kebenaran. Jika pers dibungkam, maka yang runtuh bukan hanya media, melainkan masa depan demokrasi dan keadilan sosial itu sendiri.

HPN 2026 harus menjadi titik balik: pers berdiri di pihak rakyat, atau bangsa ini bersiap membayar mahal akibat matinya suara kebenaran.

Tangerang, 9 Februari 2026.
Oleh: H. Sugandi.SH
Wartawan Utama
Pemimpin Redaksi Cybernewsnasional.com

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.