Google News Initiative (GNI) Tegaskan Komitmennya dalam Penguatan Ekosistem Jurnalisme Berkualitas di Indonesia

oleh -1600 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUKABUMI, Cybernewsnewsnasional.com – Google News Initiative (GNI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem jurnalisme berkualitas di Indonesia. Pada Sabtu (8/2/2026), GNI menggelar forum GNI Update di Aston Serang, Banten, yang dihadiri oleh pemangku kepentingan utama dalam ekosistem pers, termasuk pemerintah, Dewan Pers, dan mitra media.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, membuka diskusi dengan pertanyaan, “Apakah jurnalisme masih relevan di tengah gempuran media sosial dan Kecerdasan Buatan (AI)?” Menurutnya, jurnalisme itu penting dan harus ada manusia di belakangnya karena punya disiplin verifikasi yang kuat.

banner 336x280

“Di tengah hal yang demikian, yang maju itu, kita merindukan jurnalisme. Kenapa? Karena jurnalisme punya satu disiplin yang kita sebut dengan disiplin verifikasi. Saya kira ini yang apa ya, ketaatan, disiplin dengan verifikasi. Ini yang mungkin pada satu saat ChatGPT bisa melakukannya atau mesin-mesin kecerdasan buatan, generatif AI bisa melakukannya. Namun demikian, saya yakin verifikasi yang mendalam dan otentik itu tetap membutuhkan yang namanya manusia,” kata Nezar.

Ketua Dewan Pers Republik Indonesia, Prof Komaruddin Hidayat, mengungkit soal penyebaran informasi sangat cepat pada zaman ini. Walaupun, kata dia, terkadang “terasa” sama, lantaran sumbernya sama. Layanan informasi dari mesin pencari seperti Google, sebagian diambil dari karya-karya tulis dan karya jurnalistik.

“Sehingga, lanjut dia, ada berapa wartawan yang bekerja keras melakukan investigative report, eksklusif, tapi kemudian begitu masuk ke Google, orang lain dengan mudahnya meng-copy-paste. Oleh karena itu, publisher right menjadi penting. Jika tidak, akan menurunkan semangat jurnalis untuk melakukan investigative report,” kata Komaruddin.

Head of News Partnerships Southeast Asia, Adeel Farhan, memaparkan visi regional GNI di Asia Tenggara. Ia menyoroti komitmen jangka panjang Google dalam mendukung inovasi media melalui program-program yang disesuaikan dengan konteks lokal, termasuk Indonesia.

Sesi dilanjutkan dengan paparan News Partner Manager Southeast Asia, Yos Kusuma, yang mengulas berbagai kemitraan strategis GNI di Indonesia. Acara juga diisi dengan dua sesi diskusi panel yang menghadirkan alumni Project Sigma Indonesia dan Revenue Growth Lab Indonesia, dua program GNI terbaru di Indonesia.

Para panelis berbagi pengalaman transformasi digital, khususnya dalam menjangkau audiens Generasi Z serta mengembangkan strategi monetisasi berbasis data dan eksperimen nyata. Ada enam panelis dalam dua sesi diskusi tersebut, yakni Kepala Pemasaran Pertumbuhan dan CRM di TEMPO, Erwin Daniel; Manajer Digital di Kompas TV, Haris Mahardiansyah; Managing Editor di GoodStats, Iip Muhammad Aditiya; Kepala Pengembangan Produk di Indozone, Chrisna Samuel; Produser & Host di Liputan6, Ratu Annisaa Suryasumirat; dan Priskila Ifke Goni dan Arif Ahmadsyah dari Anymind, Mitra Pelaksana untuk Proyek Sigma Indonesia dan Revenue Growth Lab Indonesia.

Melalui GNI Update, Google berharap dapat memperkuat hubungan antara perusahaan teknologi, regulator, dan industri media, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru demi terciptanya ekosistem informasi digital yang sehat dan berdaya di Indonesia.

(A Zzzuli)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.