Adu Domba Nanggela Panjalu: Lestarikan Budaya Sunda, Dongkrak Ekonomi Warga

oleh -85 Dilihat
oleh
banner 468x60

CIAMIS, Cybernewsnasional.com — Atraksi adu domba kembali menggeliat di Dusun Nanggela, Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Minggu (8/2/2026). Kesenian khas masyarakat Jawa Barat ini tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya leluhur, tetapi juga terbukti mampu memicu pergerakan ekonomi warga setempat.

Adu domba merupakan salah satu tradisi rakyat yang telah mengakar kuat di Tanah Pasundan. Hingga kini, kesenian ini tetap diminati dan dilestarikan, termasuk oleh masyarakat Panjalu. Arena adu domba Nanggela sendiri berada di lokasi strategis, dekat kawasan Wana Wisata Curug Tujuh Cibolang, sehingga turut mendukung daya tarik wisata daerah.

banner 336x280

Dalam praktiknya, adu domba menjadi ajang pamer ketangkasan, kekuatan, serta keindahan hewan ternak unggulan. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bandung, Sumedang, Majalengka, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran, dan wilayah lainnya. Kegiatan ini digelar secara rutin setiap tahun dengan sistem kompetisi, bahkan hampir setiap bulan dilaksanakan secara bergilir di berbagai daerah.

Salah seorang panitia, Jaja, menyampaikan bahwa kontes adu domba bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana silaturahmi antarpeternak serta wujud nyata pelestarian kearifan budaya lokal.

“Kontes domba ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi menjadi ajang silaturahmi peternak domba se-Jawa Barat. Di Panjalu sendiri, adu domba sudah menjadi agenda rutin sebagai upaya melestarikan budaya turun-temurun. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Ke depan, mari bersama-sama membangun bangsa dengan menjaga dan melestarikan budaya,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Warga tidak hanya menikmati atraksi domba-domba tangguh dan indah, tetapi juga merasakan kebersamaan serta semangat gotong royong. Ajang ini menjadi ruang bertukar pengetahuan seputar teknik beternak domba berkualitas, sekaligus mempererat hubungan antarpeternak dan masyarakat.

Bagi para peternak, domba kontes bukan sekadar hewan ternak, melainkan simbol kebanggaan sekaligus sumber penghidupan. Dengan perawatan intensif dan persiapan matang, domba-domba unggulan mampu bersinar di arena kontes dan mengangkat nama pemiliknya. Panitia pun menyediakan berbagai hadiah menarik bagi para pemenang, mulai dari televisi, kulkas, tape recorder, kipas angin, hingga hadiah lainnya.

Menariknya, kontes ini juga menjadi ajang transaksi jual beli domba dengan nilai fantastis. Domba-domba juara bahkan dapat dihargai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat untuk menekuni usaha peternakan domba sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan.

Melalui adu domba, tradisi budaya tetap terjaga, seni beternak terus hidup, dan roda ekonomi masyarakat bergerak. Atraksi ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal mampu berjalan seiring dengan penguatan ekonomi rakyat.

***(Rahmat G)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.