Warga Talang Taling Keluhkan Proyek SPAM Air Bersih yang Baru Dibangun Sudah Retak

oleh -123 Dilihat
banner 468x60

MUARA ENIM.Cybernewsnasional.com-Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) air bersih di Desa Talang Taling, Kabupaten Muara Enim, sangat diharapkan manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan air bersih saat musim kemarau. Warga berharap proyek tersebut dapat bertahan lama dan digunakan secara maksimal oleh masyarakat luas.

Namun harapan itu justru berubah menjadi kekecewaan. Proyek SPAM air bersih yang baru selesai dibangun sekitar satu bulan lalu dan telah dilakukan serah terima pada Senin, 26 Januari 2026, menuai keluhan dan kecaman dari warga Desa Talang Taling.

banner 336x280

Salah seorang warga, sebut saja Mawar, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas pembangunan proyek tersebut. Ia menilai pekerjaan proyek SPAM terkesan asal-asalan, meskipun menelan anggaran yang cukup besar.

“Proyek ini baru selesai satu bulan lalu, Pak. Tapi silakan lihat sendiri, hasilnya sudah banyak retak-retak. Kami sangat menyayangkan kondisi ini,” ujar Mawar kepada Lembaga Investigasi dan Pemantau Nasional (LIPERNAS) PD Kabupaten Muara Enim, Selasa (27/1/2026).

Mawar juga menyebutkan bahwa proyek SPAM air bersih di desanya dikerjakan oleh CV Angkasa Prima dengan nilai anggaran sebesar Rp533 juta yang bersumber dari tahun anggaran 2025.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Ketua dan Wakil Ketua LIPERNAS PD Kabupaten Muara Enim langsung turun ke lokasi proyek di Desa Talang Taling untuk melakukan pengecekan lapangan. Dari hasil peninjauan tersebut, LIPERNAS menemukan adanya keretakan pada bangunan SPAM air bersih sebagaimana yang dikeluhkan warga.

“Atas temuan ini, kami berharap pihak PUPR Kabupaten Muara Enim, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Inspektorat, serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dapat segera meninjau langsung ke lokasi dan menindaklanjuti laporan masyarakat,” tegas Ketua LIPERNAS.

Dalam peninjauan tersebut, pihak LIPERNAS juga sempat mencoba mengonfirmasi warga sekitar yang diduga mengetahui aktivitas proyek untuk menanyakan pihak pemborong. Namun, warga mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pelaksana proyek tersebut.

“Tidak tahu, Pak, siapa pemborongnya,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi proyek.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait.

(Budiprawoto)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.