Pemkot Jakarta Utara Paparkan Rencana Infrastruktur Tata Air 2026 Untuk Kendalikan Banjir dan Rob

oleh -69 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar sosialisasi informasi pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana tata air di wilayah Jakarta Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (27/1), dengan menghadirkan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, sebagai narasumber utama.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh terkait rencana pembangunan dan pengendalian banjir yang akan dilaksanakan Dinas SDA sepanjang tahun 2026, khususnya di wilayah Jakarta Utara yang dikenal rawan genangan dan rob.

banner 336x280

Kegiatan dibuka oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, yang menyampaikan bahwa Jakarta Utara menjadi salah satu fokus utama pembangunan infrastruktur tata air oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Pada tahun 2026 akan ada pembangunan infrastruktur tata air di wilayah Jakarta Utara. Apa yang akan disampaikan oleh Ibu Kepala Dinas SDA ini penting untuk kita perhatikan bersama, karena menyangkut upaya perlindungan wilayah dan masyarakat dari banjir,” ujar Hendra dalam sambutannya.

Dalam paparannya, Ika Agustin Ningrum menjelaskan berbagai program pengendalian banjir dan rob yang direncanakan maupun yang sedang berjalan di Jakarta Utara. Ia menegaskan bahwa pengendalian banjir dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, mulai dari perkuatan tanggul, pembangunan dan peningkatan rumah pompa, hingga pengembangan sistem polder.

“Pengendalian banjir di Jakarta Utara tidak bisa dilakukan secara parsial. Upaya yang kami lakukan bersifat terintegrasi melalui pembangunan tanggul, peningkatan kapasitas pompa, serta sistem tata air yang saling terhubung,” jelas Ika.

Sejumlah program strategis yang dipaparkan antara lain perkuatan tanggul Kali Cakung Lama sepanjang sekitar 2,4 kilometer, pembangunan dan peningkatan beberapa rumah pompa seperti Pompa Bulak Cabe, Pompa Pegangsaan Dua, Pompa Cilincing KBN, Pompa IKIP, serta peningkatan kapasitas Rumah Pompa Ancol.

Selain itu, Dinas SDA juga membangun dan mengembangkan sistem polder untuk mengurangi genangan di sejumlah kawasan, di antaranya Kelapa Gading, Sukapura, Pegangsaan Dua, Semper, hingga Cilincing.

Menurut Ika, seluruh pembangunan tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengendalian banjir secara signifikan, sekaligus menyesuaikan dengan kondisi wilayah pesisir Jakarta Utara yang menghadapi tantangan banjir kiriman dan rob.

“Kami menargetkan peningkatan kapasitas pompa dan sistem polder agar aliran air dapat lebih cepat terkendali. Dengan demikian, genangan bisa ditekan dan dampaknya terhadap permukiman warga dapat dikurangi,” ungkapnya.

Tidak hanya pengendalian banjir, Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan program pengendalian rob melalui pembangunan tanggul pengaman pantai, pemeliharaan infrastruktur pesisir, serta kajian pengendalian penurunan muka tanah di wilayah pesisir Jakarta Utara.

Usai paparan, Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat menyampaikan apresiasi atas perencanaan dan penjelasan yang telah disusun oleh Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta. Ia berharap seluruh rencana pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Kadis SDA beserta jajaran. Semoga seluruh perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ini berjalan sesuai jadwal dan membawa dampak positif bagi warga Jakarta Utara,” tutup Hendra.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara berharap sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga lingkungan serta menghadapi tantangan banjir dan rob secara berkelanjutan.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.