TANGERANG, Cybernewsnasional.com — Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Universitas Muhammadiyah Tangerang (PK PMII UMT) resmi memasuki babak baru. Tekankan Tiga Fondasi Utama Kepemimpinan Adaptif di Era Digital.
Pengurus masa khidmat 2025–2026 dilantik dalam sebuah prosesi bertema Kepemimpinan Adaptif di Era Digital untuk Kader PMII UMT yang Progresif, yang digelar di Aula KPU Kota Tangerang, Minggu (25/01/2026).
Ketua Cabang PMII Kota Tangerang Oki Putra, menegaskan, pentingnya organisasi mahasiswa sebagai ruang pembentukan identitas, ideologi, dan arah perjuangan kader di tengah derasnya perubahan zaman.
“Organisasi itu masih sangat relevan hingga hari ini. PMII bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi wadah pembentukan nilai, identitas, dan tujuan bersama. Setiap gerakan harus berpijak pada moral dan ideologi yang jelas,” tegas Oki.
Ia menekankan, tiga pilar utama yang wajib menjadi fondasi kerja pengurus baru. Pilar pertama adalah kepemimpinan. Menurutnya, pemimpin tidak hanya mengatur struktur, tetapi juga menjaga ritme organisasi melalui komunikasi dan koordinasi yang adaptif.
“Kepemimpinan harus mampu membaca situasi. Cara berkomunikasi, berkoordinasi, hingga mengambil keputusan harus menyesuaikan kebutuhan organisasi,” ujarnya.
Pilar kedua adalah digitalisasi. Ia menilai, tantangan organisasi mahasiswa saat ini terletak pada kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Adaptif artinya mengikuti perubahan zaman. Media sosial dan platform digital bukan pelengkap, tetapi alat utama perjuangan hari ini. Jika kita tertinggal satu langkah saja, jaraknya bisa sangat jauh,” katanya.
Sementara pilar ketiga adalah kaderisasi dan penguatan nilai organisasi. Lebih dalam ia menegaskan bahwa keberlanjutan PMII sangat ditentukan oleh proses kaderisasi yang konsisten dan terarah, tanpa meninggalkan ideologi serta nilai dasar organisasi.
“Jika kepemimpinan, digitalisasi, dan kaderisasi dijalankan secara seimbang, PMII UMT akan tumbuh kuat, berdaya, dan mampu memperluas gerakannya,” tandasnya.
Lebih lanjut, Ia pun mendorong pengurus baru untuk segera merumuskan program kaderisasi yang konkret dan berkelanjutan, sembari memastikan transformasi digital menjadi bagian dari strategi organisasi.
Sementara itu, Ketua Komisariat PMII UMT terpilih, Anisa Sri Rizki menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan PMII UMT sebagai ruang lahirnya kader-kader progresif dan kritis.
“PMII harus diisi oleh kader yang tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga peka terhadap isu sosial, berani berpikir kritis, dan hadir memberi manfaat bagi kampus serta masyarakat,” ujarnya.
Ketua komisariat perempuan tersebut menegaskan bahwa kemajuan organisasi hanya dapat dicapai melalui kebersamaan dan soliditas seluruh kader.
“Organisasi ini tidak bisa berjalan sendiri. PMII akan maju jika kita saling menguatkan, saling mengingatkan, dan bergerak bersama,” pungkasnya.(red)














