Dukung MBG Sehat dan Aman, Ratusan Relawan Dibekali Standar Pengelolaan Dapur dan Keamanan Pangan

oleh -57 Dilihat
oleh
banner 468x60

TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Sebagai upaya mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan sehat, aman, dan berkualitas, ratusan relawan mulai diberikan pembekalan bertema “Kolaborasi Mewujudkan Pangan Sehat dan Aman dalam Pelayanan MBG”. Kegiatan ini digelar di Remaja Kuring Resto, Jalan Gatot Subroto KM 4,5, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, Senin (12/1/2026).

Pembekalan relawan dilaksanakan selama dua hari, 12–13 Januari 2026, dan dihadiri oleh Ketua Yayasan Nusantara Alam Abadi yang juga menjadi narasumber utama, Roy Marjuk, serta unsur Forkopimcam yang terdiri dari Polsek, Koramil, Kecamatan, Kelurahan, dan ratusan relawan MBG.

banner 336x280

Roy Marjuk yang akrab disapa Bang Roy menjelaskan, pembekalan ini merupakan tahap awal bagi para calon relawan di setiap SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

“Hari ini ada tiga SPPG yang kita lakukan pembekalan. Ini adalah langkah awal agar kegiatan MBG bisa berjalan tertib, terkelola dengan baik, dan menghasilkan makanan yang bergizi, layak, aman, serta sehat,” ujarnya.

Meski diguyur hujan, antusiasme relawan tetap tinggi. Ratusan relawan dari Kelurahan Jatiuwung, Sangiang Jaya, dan Gebang Raya—yang juga menjadi lokasi dapur MBG—tetap hadir mengikuti pembekalan hingga tuntas.

Bang Roy menambahkan, penempatan relawan masih menunggu arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Dapur-dapur yang sudah siap running tinggal menunggu instruksi dan penyelesaian administrasi. Salah satunya di Sangiang Jaya, kemungkinan sudah bisa berjalan bulan ini,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa di wilayah Kecamatan Periuk terdapat dua dapur MBG yang saat ini telah mengikuti pembekalan, masing-masing berlokasi di Gebang Raya dan Sangiang Jaya.

Lebih lanjut, Bang Roy menjelaskan bahwa mayoritas relawan berasal dari warga sekitar dapur MBG yang memiliki semangat pengabdian. Di setiap dapur, akan ditugaskan satu ahli gizi berlatar belakang Sarjana Gizi, serta dikepalai oleh Kepala SPPG dari SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia). Selain itu, pengelolaan keuangan juga akan ditangani oleh ahli akuntansi yang didaftarkan ke Badan Gizi Nasional.

Pasca pembekalan, para relawan akan mengikuti tahap praktik lapangan, mulai dari orientasi lingkungan, pengenalan dapur, hingga simulasi operasional.

“Pembekalan hari ini sejatinya adalah pembekalan dasar untuk menjadi penjamah makanan,” jelasnya.

Dalam pembekalan tersebut, relawan tidak hanya dibekali pengetahuan dasar, tetapi juga materi personal hygiene, HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point), serta HSE (Health, Safety, and Environment). Hal ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan relawan secara fisik, mental, dan teknis sebelum mengelola dapur MBG.

Menurut Bang Roy, langkah ini penting untuk meminimalisir potensi kendala seperti kejadian luar biasa, termasuk risiko keracunan makanan.

“Gerbang kontaminasi bisa terjadi dari personel, infrastruktur dan peralatan, hingga bahan baku. Karena itu semua kami awasi dan kami siapkan dengan standar yang ketat,” tegasnya.

Yayasan Nusantara Alam Abadi bersama mitra juga berkomitmen melakukan pengawasan bahan baku secara berkelanjutan, termasuk menyortir pemasok yang benar-benar qualified dan terpercaya, serta menyiapkan dapur agar memenuhi standar sanitasi hingga memperoleh Sertifikat Layak Izin Sanitasi.

“Sesuai tema kami, kolaborasi adalah kunci untuk mewujudkan layanan MBG yang sehat, aman, dan memberi manfaat maksimal bagi penerima,” pungkas Bang Roy.

***(Angga)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.