Pemkab Sukabumi melalui Dispar Terus Kembangkan Konsep Agro-edukasi sebagai Wajah Baru Pariwisata Daerah

oleh -3428 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUKABUMI, Cybernewsnasional.com Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai mengembangkan konsep agro-edukasi sebagai wajah baru pariwisata daerah. Langkah ini muncul dalam kegiatan Sinergi, Kolaborasi, dan Eksplorasi yang digelar Camat Parungkuda bersama Balai Perakitan dan Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP TRI) Parungkuda.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyampaikan bahwa pariwisata kini harus adaptif dan tidak hanya bertumpu pada pantai atau pegunungan. Aktivitas pertanian, proses produksi, hingga edukasi dinilai bisa menjadi daya tarik wisata yang kuat.

banner 336x280

“Destinasi tidak selalu identik dengan laut atau gunung. Aktivitas pertanian dan edukasi bisa menghadirkan pengalaman wisata yang bernilai,” ujarnya Jumat (9/1/2026).

Ali menilai kawasan BRMP TRI dengan luas 160 hektare memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat wisata edukasi pertanian. Salah satu komoditas unggulan yang disoroti adalah kopi, yang terus berkembang di Sukabumi.

“Kopi Sukabumi punya kekuatan. Ke depan kami merencanakan kegiatan Cup Tester Champion di lokasi ini. Selain promosi wisata, ini juga memperkuat branding kopi Sukabumi,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang temu lintas sektor, melibatkan pemerintah kecamatan, desa, masyarakat, dan pelaku UMKM. Camat Parungkuda, Asep, mengapresiasi keterbukaan BRMP TRI dalam membangun kolaborasi dengan wilayah sekitar.

“Lima desa hadir bersama masyarakat dan UMKM. Harapannya, sinergi ini melahirkan kerja sama nyata dalam pengembangan kampung wisata dan desa wisata,” katanya.

Sementara itu, Kepala BRMP TRI, Evi Savitri Iriani, menyambut positif rencana kolaborasi dengan Pemkab Sukabumi. Ia menilai balai memiliki kekayaan varietas tanaman yang potensial untuk dikemas menjadi wisata agro-edukatif.
“Kami senang jika balai ini menjadi ruang festival kopi. Di sini ada Arabika, Robusta, Liberika, hingga Excelsa yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Evi menambahkan, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar kawasan balai dapat terintegrasi dalam pembangunan, khususnya melalui peningkatan sarana, prasarana, dan aksesibilitas menuju lokasi.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemkab Sukabumi optimistis konsep agro-edukasi akan tumbuh sebagai wajah baru pariwisata daerah menghadirkan pengalaman, pengetahuan, dan kesejahteraan dalam satu perjalanan wisata.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.