Anak Balita Mengemis saat Hujan, Dugaan Eksploitasi di Lampu Merah Tugu Adipura Kota Tangerang Disorot Dinsos

oleh -197 Dilihat
Petugas Dinas Sosial Kota Tangerang di Lampu Merah Persimpangan Tugu Adipura. (Foto Supriyadi Ups)
banner 468x60

KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com — Dugaan eksploitasi anak kembali mencuat di Kota Tangerang. Sejumlah anak di bawah umur diduga dipaksa mengemis di lampu merah persimpangan Tugu Adipura. Menyikapi laporan masyarakat tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang, Acep Wahyudi, langsung turun ke lapangan meski baru belum genap sepekan menjabat.

Peninjauan lapangan dilakukan pada Senin malam (05/01/2026) sekitar pukul 20.30 WIB, menyusul viralnya sebuah video yang memperlihatkan anak-anak balita mengemis di tengah jalan saat hujan dan cuaca dingin di kawasan lampu merah Tugu Adipura.

banner 336x280

Video yang diunggah pada Minggu (04/01/2026) itu menuai ratusan komentar warganet. Mayoritas komentar berisi pengalaman para pengendara yang kerap melintas dan menyaksikan langsung dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak-anak tersebut.

“Saya suka kesel sama Ibunya, kadang ibunya suka kasarin itu anak kalo anaknya merengek atau bawel, kadang suka dipukul dicabut, mana ibunya nyantai doang di deket pos polisi, ditambah anak-anaknya juga banyak bener, apalagi yang masih umur 2/3 tahun. Pernah mau ketabrak saya, pas saya lagi bawa mobil karena blind spot,” tulis akun @zzaydanne dalam kolom komentar video tersebut.

Menanggapi viralnya video itu, Acep menyebut pihaknya langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinsos Kota Tangerang pada Minggu malam.

“Kemarin memang ada dari tim TRC yang dari hasil pengaduan masyarakat ya, itu langsung terjun. Kemarin memang kalau nggak salah sekitar jam 11 malam sudah ada di sini tim reaksi cepat,” terang Acep saat ditemui di lokasi, Senin malam.

Namun, dalam pantauan di lapangan, saat tim Dinsos tiba dengan empat armada kendaraan roda empat, terlihat dua orang perempuan yang berada di dekat Pos Polisi Tugu Adipura langsung meninggalkan lokasi. Kedatangan petugas Dinsos tanpa didampingi Satpol PP membuat anak-anak yang diduga dieksploitasi tersebut luput dari penjangkauan petugas.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi. (Foto Supriyadi Ups)

Acep menegaskan, kehadirannya malam itu bertujuan untuk melakukan monitoring dan pengintaian, tidak hanya terfokus di satu titik. Ia menyebut terdapat sejumlah lokasi lain yang juga menjadi perhatian Dinsos.

“Kondisi lapangan tadi memang ada kita lihat ada beberapa orang, dari sisi anak kecil itu kita lihat ya mungkin melihat mobil dari Tim Reaksi Cepat ada yang kabur. Saya berharap kenapa kita melakukan monitoring ini, kami dari Dinsos Kota Tangerang berusaha agar anak-anak kecil begini kan tidak sewajarnya ada di tengah jalan,” ucapnya.

Ia menambahkan, sasaran penertiban tidak hanya anak-anak, tetapi juga kelompok lain yang beraktivitas di jalanan.

“Sasaran kita tidak hanya anak-anak ya, di situ mungkin nanti ada pengamen dan segala macam ya. Dan mungkin kita mau mendata dulu, sebenarnya warga dari Kota Tangerang atau bukan,” sambungnya.

Dari hasil monitoring tersebut, Dinsos Kota Tangerang akan menindaklanjuti dengan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kita akan berkoordinasi dengan OPD lain seperti Satpol PP dan lainnya. Kita coba nanti kalau memang perlunya ditegakkan Perdanya, kita tangkap, nanti di situ kita coba berikan edukasi dan pembinaan,” papar Acep.

Di sisi lain, informasi yang dihimpun dari masyarakat di sekitar persimpangan lampu merah tugu adipura. Meski petugas dari Pemerintah Kota Tangerang sering melakukan operasi serupa, namun saat petugas tidak berjaga anak-anak itu kerap kembali mengemis seperti biasa.

“Yah kalo kosong tidak ada petugas entar malem juga ada lagi mereka (anak-anak yang mengemis), namanya orang cari duit kali ya,” ucap salahsatu pedagang yang berjualan di sekitar lokasi.

Dirinya pun kerap kesal, melihat para orangtua yang tega menyuruh anak-anak itu mengemis sedangkan si Ibu hanya duduk melihat dari kejauhan.

“Yah ada yang bapak narik angkot, ada yang pemulung,  ibunya nyuruh anaknya di lampu merah, Dia (Ibu) nunggu aja di deket pos polisi ngeliatin anak-anak minta-minta,” terang pedagang tersebut.

Kasus ini kembali menampar nurani publik. Anak-anak yang seharusnya berada di rumah dan mendapatkan perlindungan justru harus berhadapan dengan risiko maut di persimpangan jalan. Pemerintah daerah pun dituntut bertindak tegas agar ruang publik Kota Tangerang benar-benar aman bagi anak-anak.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.