Dua Bocah Perempuan di Kota Tangerang Jadi Korban Penelantaran dan Kekerasan Ibu

oleh -188 Dilihat
Petugas Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangerang, Tatang Hidayat memangku kedua anak perempuan yang telantar. Nadita (kiri) Nabila (kanan).
banner 468x60

KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com — Nasib memilukan dialami dua bocah perempuan, Nabila (7) dan Nadita (4), yang diduga ditelantarkan oleh ibu kandungnya di sekitar Mall Giant Poris Gaga, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, pada Sabtu sore, 3 Januari 2026.

Kedua anak tersebut pertama kali ditemukan warga dalam kondisi menangis. Warga kemudian menyerahkan mereka kepada Bhabinkamtibmas (Binamas) Polsek Batuceper Polres Metro Tangerang Kota, sebelum akhirnya mendapatkan pendampingan dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan Poris Gaga.

banner 336x280

PSM Kelurahan Poris Gaga, Fitri, mengungkapkan bahwa saat ditemukan, kedua bocah itu menangis lantaran ditinggal ibunya.

“Informasinya kedua anak itu lagi nangis-nangis karena ditinggal ibunya,” ujar Fitri saat ditemui di Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangerang, Senin (5/1/2026).

Fitri menjelaskan, sebelum dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial, Nabila dan Nabita sempat diamankan di Rumah Yatim Al Amanah, yang berlokasi di Ampera, Kelurahan Poris Gaga. Ia juga sempat menyebarkan informasi di grup warga setempat untuk mencari keluarga atau pihak yang mengenali kedua anak tersebut.

“Saya informasikan di grup warga Kelurahan Poris Gaga, barangkali ada yang mengenali atau keluarganya bisa menghubungi saya atau datang langsung,” kata Fitri.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Fitri menyebut kedua anak tersebut sempat mendapat perlakuan kasar dari ibunya sebelum ditinggalkan.

“Katanya sempat dimarahi, bahkan pipi kakaknya sempat dicubit-cubit,” ungkapnya.

Sehari setelah informasi menyebar, lanjut Fitri, muncul sejumlah warga yang menyatakan kesediaan untuk mengadopsi kedua anak tersebut. Namun, proses adopsi belum dapat dilakukan karena harus melalui prosedur resmi.

“Ada warga yang mau mengadopsi, satu anak dari Jurumudi dan satu lagi warga Poris Gaga. Tapi dari Rumah Yatim diserahkan dulu ke Rumah Singgah Dinsos supaya administrasinya sesuai prosedur,” jelas Fitri.

Setelah semalam menginap di Rumah Yatim, kedua bocah itu akhirnya dibawa dan diamankan di Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangerang.

Pengelola Rumah Singgah Dinsos Kota Tangerang, Tatang Hidayat, menduga kedua anak tersebut juga merupakan korban kekerasan dalam rumah tangga. Dugaan itu menguat setelah mendengar pengakuan sang kakak.

“Kakaknya, Nabila, tidak mau dikembalikan ke ibunya. Katanya sering digebukin,” ungkap Tatang.

Tatang menambahkan, meski sudah ada calon orang tua asuh, proses adopsi tetap harus melalui tahapan administrasi hingga adanya putusan pengadilan.

“Semua harus sesuai prosedur sampai ada putusan pengadilan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti modus adopsi yang berujung pada perdagangan anak,” tegasnya.

Sementara itu, Nabila mengaku dirinya bersama sang adik ditinggalkan setelah diajak ibunya bepergian menggunakan transportasi Commuter Line. Sejak saat itu, ibunya tidak kembali.

“Ibu pergi bawa adik, digendong,” kata Nabila dan Nadita.

Saat ditanyakan Ia berasal dari daerah mana, Nabila menyebut nama Bitung tempat dia tinggal. Ia pun mengaku masih memiliki ayah yang bekerja di kapal.

“Ibu aku namanya Nani, ayah Ato,” jelas Nabila, anak perempuan yang mengaku tidak bersekolah itu.

Sambil bermain-main di area Taman Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangerang, saat ditanya apakah mau bertemu Ibunya lagi. Kedua anak perempuan ini menjawab dengan pernyataan berbeda.

“Aku mau ke Ibu,” ucap sang Adik, Nadita dengan kondisi ada luka mirip bekas kuku di pipinya.

Sedangkan sang Kakak, yang awalnya diam mengatakan enggan bertemu dengan sang Ibu. “Gak mau ke ibu lagi, takut digebukin,” ucap Nabila singkat.

Kasus penelantaran ini kini dalam penanganan pihak Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangerang guna memastikan perlindungan dan masa depan kedua anak tersebut.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.