Bikin Merinding, Tangis Orangtua Jemput Pelajar Terjaring Polisi Coba Ikut Demo Omnibuslaw

Pelajar yang terjaring POLRESTRO Tangerang Kota saat Sungkem meminta maaf kepada Orang Tua. (Foto Supriyadi Cybernewsnasional.com)

KOTA TANGERANG, MCNN–Seorang lelaki paruh baya berbadan kurus berjalan kaki dengan kondisi pincang tiba-tiba terpecah tangisnya saat melihat anaknya berada diantara kumpulan pelajar yang terjaring Polres Metro Tangerang Kota karena mencoba ikut aksi demonstrasi menolak Omnibuslaw di Jakarta, Selasa (20/10/2020) sore.

Pihak kepolisian Metro Tangerang mengamankan 25 orang yang umumnya berstatus pelajar dari berbagai lokasi berbeda di wilayah hukum POLRES Metro Tangerang Kota, dua orang diantaranya berjenis kelamin perempuan.

Dalam pemeriksaan pihak kepolisian dari 25 orang, dua orang kedapatan membawa botol kaca yang telah disetting untuk dipergunakan untuk bom molotov. Hingga kini masih diperiksa lebih insentif oleh pihak POLRES Metro Tangerang Kota.

Miris, dalam pantauan Cybernewsnasional.com terdapat beberapa pelajar usia 13 tahun berstatus siswa kelas VII (SMP kelas 1) terjaring dalam operasi tersebut.

“Saya kelas VII pak, tadi mau ke Jakarta sama teman-teman,” jelas pelajar saat diwawancarai ketika diberikan penyuluhan oleh pihak BINAMAS POLRESTRO Tangerang Kota.

BINAMAS POLRESTRO Tangerang Kota melakukan penyuluhan kepada pelajar yang terjaring Operasi. (Foto Supriyadi Cybernewsnasional.com)

Berdasarkan hasil pendataan pihak Polisi umumnya pelajar tersebut berdomisili di Kabupaten Tangerang, dan dari 25 orang tersebut 5 orang mengaku tidak bersekolah dan tidak bekerja.

Setelah dihubungi pihak Kepolisian, para orangtua datang menjemput para pelajar yang terjaring. Setelah diberikan penyuluhan oleh pihak Kepolisian Metro Tangerang Kota.(Upi)

Tinggalkan Balasan