HTML5 Icon

Ribuan Masa Aksi Solidaritas KSPSI “Grudug” PT. Aswata Cabang Tangerang

CYBERNEWSNASIONAL.COM, TANGERANG – Demi membela hak salahsatu pekerja yang diduga mendapatkan diskriminasi yang dilakukan oknum perusahaan. Ribuan masa aksi solidaritas yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kota Tangerang, gelar aksi akbar ‘Grudug’ PT. Asuransi Wahana Tata (PT.Aswata) Cabang Tangerang, di Jalan Lippo Karawaci, Karawaci Office Park Blok I No.28-29 Lippo Karawaci, Panunggangan Barat – Kota Tangerang, Kamis (18/7/19).

Dalam tuntutannya, masa aksi SPSI meminta diberikan hak atas saudara Sunarno, yang sudah bekerja selama delapan tahun, tiga bulan, sebagai Officer Marketing di Perusahaan PT. Aswata, sesuai dengan peraturan dan Undang-undang yang berlaku. Dan hapuskan dugaan Kriminalisasi yang dilakukan oleh oknum Perusahaan PT. Aswata, terhadap saudara Sunarno.

Sebelum mendatangi PT. Aswata, ribuan masa aksi solidaritas dengan dikawal ketat pengamanan personel gabungan Polres Metro Tangerang Kota dan personel dari Polda Metro Jaya, masa aksi yang menghimpun, konvoi bertolak dari Jatiuwung melintasi Jalan Gatot Subroto melewati rute Jalan Teuku Umar Karawaci berlangsung tertib, serta kondusif hingga ke lokasi yang ditetapkan untuk menggelar unras.

Dalam menyampaikan aspirasi pada unras. Dihadapan ribuan masa aksi, Koordinator Wilayah Kota Tangerang DPC KSPSI, Suratno Apyang sebagai orator menyuarakan tuntutan didepan Kantor PT. Aswata, dan beberapa ungkapan yang memotifasi masa aksi sebagai penyemangat membela anggota SPSI dalam menuntut hak sebagai pekerja.

“Disini kami melaksanakan aksi dan tidak akan mundur selangkah pun, sebelum tuntutan kami dipenuhi pihak perusahaan. Hal seperti ini masih saja terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan sangat miris sekali kawan-kawan. Jika ini tidak kita lawan, ini bisa saja terjadi pada kawan-kawan sekalian. Untuk itu, mari kita bersatu…,dengan bersatu kita tidak bisa terkalahkan,” serunya, saat orasi diatas armada komando.

Keseruan dengan beberapa orasi yang disampaikan masa aksi di depan PT. Aswata, untuk membela hak pekerja atas saudara Sunarno. Bahwa dirinya yang sudah bekerja selama delapan tahun, tiga bulan, sebagai Officer Marketing di Perusahaan PT. Aswata, yang didugaa mendapatka diskriminasi yang dilakukan oleh oknum Perusahaan PT. Aswata, terhadap saudara Sunarno.

Setelah beberapa jam masa aksi menyampaikan tuntutan dan aspirasinya. Akhirnya perjuangan masa aksi membuahkan hasil, dengan diterimanya perwakilan masa aksi untuk mediasi dengan perwakilan managemen PT. Aswata, dalam membuat kesepakatan sebagai solusi terbaik atas tuntutan masa aksi.

Sebagai Koordinator Masa Aksi Solidaritas, Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten, Dedi Sudarajat, SH. MH,. MM., beserta Ketua DPC KSPSI Kota Tangerang, H. Yusuf Makatita, Ketua DPC KSPSI Kabupaten Tangerang, Rustam Effendi, SH., Sekretaris DPD KSPSI Provinsi Banten, Dewa Sukma Kelana, SH. M.,Kn., Korlap Masa Aksi, Gaosul Alam dan Suratno Apyang, disela aksi berjalan melaksanakan mediasi dengan perwakilan PT. Aswata, disaksikan Kapolsek Jatiuwung Kompol Elliantoro, SH., dan Kabag Ops Polrestro Tangerang Kota, AKBP Bambang.

Dalam mediasi tersebut, dijelaskan Dedi Sudarajat bahwa, Pimpinan PT. Aswata, ingin bertemu dan akan langsung memimpin proses mediasi atas persoalan yang terjadi. Masa aksi menilai, pihak PT. Aswata komperatif dalam menyikapi permasalahan yang ada, untuk itu besar harapan pada mediasi yang akan dilaksanakan Jum’at 19 Juli 2019, dapat membuat kesepakatan bijak sebagai solusi terbaik atas tuntutan peserta aksi.

“Jadi tadi kita sudah bertemu dengan pimpinan perwakilan dari PT. Aswata Cabang Tangerang, tadi secara resmi pimpinan nasional tersebut mengirim surat dan sudah kita terima. Di surat itu, bahwa Presdir PT. Aswata Christian W. Wanandi, memimta kami pihak dari KSPSI untuk bertemu besok dalam proses penyelesaian,” ujar Dedi S.

Dirinya menambahkan, sesuai surat yang dilayangkan DPC KSPSI Kota Tangerang terkait aksi, disampaikan kegiatan unras akan berjalan selama sepekan. Untuk itu, selama proses mediasi yang kesekian kalinya, masa akasi akan tetap berjalan sebagai bentuk pengawalan sebelum mendapatkan solusi terbaik.

“Kegiatan masih terus berlanjut, untuk melakukan aksi dalam rangka pengawalan penyelesaian kasus ini. Karena kita tahu bahwa, surat pemberitahuan kita ke Kabag Intel Mabes Polri selama seminggu, jadi selama seminggu kita melakukan proses unjuk rasa untuk mengawal proses penyelesaiannya, sehingga nanti akan ketemu sebetulnya solusi yang terbaik buat semua, bukan hanya kami pekerja tetapi perusahaan juga. Sebelumny sudah kita tawarkan untuk duduk bersama, ayo kita coba dulu bareng, kita cari penyelesaian yang terbaik buat semua, pekerja juga tidak merasa dirugikan dan pengusaha juga tidak merasa rugi, lebih dulu kita sama-sama duduk tidak ada permasalahan yang tidak selesai juka kita sudah duduk bareng,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, segi pengamanan terus terjaga, guna menanggulangi hal yang tidak di inginkan dalam kegiatan pengamanan aksi masa. Hal tersebut juga diungkapkan Kapolsek Jatiuwung Kompol Elliantoro, SH., yang menyatakan, kegiatan dapat berjalan kondusif hari ini, atas bantuan personel gabungan yang dibantu dari jajaran Polda Metro Jaya.

“Sesuai dengan surat yang disampaikan oleh teman-teman dari KSPSI yang ditujukan Mabes Polri dengan jumlah massa sebanyak 2000 kurang lebih, sehingga pengamanan kami menyesuaikan dengan jumlah massa tersebut ada 380 personel gabungan yang tersebar. Dimana kami diperbantukan dari Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek jajaran serta bantuan dari satu Kompi Personel Polda Metro Jaya, ini terkait dengan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa. Alhamdulillah selama ini komunikasi kita baik, kerjasama kita baik, dan pengawalan pengamanan yang kita lakukan berjalan dengan aman dan lancar, serta tidak ada gangguan sedikitpun. Diketahui sudah akan ada mediasi, dan aksi masa masih berlanjut, kami berharap bahwa dalam pelaksanaan itu dapat berjalan aman tertib dan tidak terprovokasi dengan pihak lain, yang akhirnya bisa merusak situasi aksi,” harapnya.

Dengan adanya respon positif untuk mediasi, peserta aksi solidaritas secara teratur membubarkan diri, dengan harapan kegiatan yang akan dilanjutkan esok hari, sebagai pengawalan peroses penyelesaian dan dapat diselesaikan dengan baik.

(Angga/red)

Tinggalkan Balasan