HTML5 Icon

FSPI Gelar Silaturahmi dan Buka Bersama

Tangerang, Cybernewsnasional.com – Bulan suci ramadhan, sebagai bulan rahmat, berkah dan penuh ampunan yang biasa dimanfaatkan untuk membuat acara pertemuan dikala menunggu saat berbuka bagi yang menjalankan ibadah puasa. Untuk itu, Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI), Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama yang diselenggarakan di Pakons Prime Hotel, Jalan Daan Migot Kota Tangerang, Jum’at (17/5/19).

 

Selain dihadiri puluhan kader FSPI, acara silaturahmi dan buka bersama juga dihadiri tokoh senior buruh FSPTSK yang kini menjadi FSPI yang juga memberikan pemantapan dengan berbagi pengalaman seperti Ir. Agung Cahyono, H. Ardani Saleh, SH., dan Drs. H. Kasan Satoni yang memberikan pengalamannya untuk memotifasi sebagai bekal kaderisasi dari FSPTSK menjadi FSPI.

 

“Pembekalan baru ini sangat penting, serikat pekerja baru ini yang jelas teman-teman semuanya harus dikasih motivasi dan inilah saatnya saya berbagi pengalaman, dulu Bagaimana mengembangkan dan menambah anggota harus kita motivasi itu, yang jelas karena jumlah pekerja sehingga persaingan. Untuk dapat mengembangkan salah satunya, harus bersama meningkatkan kualitas dan banyak mengadakan acara seperti show atau sensasi yang bersifat seperti itu. Berharap FSPI lebih besar dari pada serikat yang lain, karena jauh lebih besar seperti itu harus ada strategi, kalau sekarang banyak orang yang masuk di Serikat Pekerja tetapi tidak suka dengan serikatnya itu peluang kita masuk, sekarang tinggal tingkat daerah dan cabang saja harus bisa mengembangkannya,” ungkapnya.

 

 

Dalam acara silaturahmi dan buka bersama ini, FSPI yang dihadiri Dewan Pimpinan Nasional (DPN) menjelaskan bagaimana perkembangan FSPI kedepan, dan usai jelang kongres yang merubah nama dari FSPTSK menjadi FSPI masih dalam tahap pengukuhan legalitas FSPI di tingkat nasional maupun di tingkat daerah.

 

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FSPI Kota Tangerang H. Abu Bakar, HY. Spd,. SH. MH., menerangkan dalam momen silaturahmi di bulan suci ramadhan dengan menyelenggarakan buka puasa bersama, juga membahas bangaimana FSPI kedepan agar dapat maju dan berkembang.

 

“Ya…, kita mengadakan bukber bersama ini, tujuannya untuk kebersamaan dan soliditas organisasi karena memang setelah perubahan nama FSPTSK menjadi FSPI masih proses konsolidasi menjelang pendaftaran resmi ke pemerintah pusat maupun daerah,” ujarnya.

 

H. Abu Bakar juga menambahkan, jika kehadiran DPN dan para tokoh sesepuh aktifis buruh dalam acara hari ini, untuk membantu memberikan bimbingan dan arahan bagaimana peran penting kaderisasi dalam berserikat.

 

“DPN dan para tokoh nasional dalam hal ini, bagaimana pengembangan memberikan arahan dan bimbingan kepada seluruh pengurus yang ada di pusat maupun daerah untuk terus mengembangkan organisasi sehingga, benar-benar bisa dirasakan kehadirannya oleh masyarakat yang ada di Indonesia, juga menghimbau bahwa dalam posisi politik dalam kondisi yang sangat dinamis jika kita bekerja dan berusaha khususnya kita di Kota Tangerang harus dapat menjaga kondisi agar tetap aman, tertib dan damai. Sehinggah anggota-anggota kita terus mendapatkan wawasan yang baik dan sehingga mereka bisa memahami peran dan fungsinya Serikat Pekerja dengan kita bisa memahami peran dan fungsi sistem kerja, mereka bisa memaksimalkan perannya di perusahaan maupun pemerintah sehingga, membentuk hubungan yang harmonis antara perusahaan pekerja dan pemerintah,” imbuhnya.

 

 

Selain dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FSPI Kota Tangerang H. Abu Bakar, HY. Spd,. SH. MH., dalam acara juga dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Banten, Redi Darmana, SH. MH., dan juga Ketua DPN Indra Munaswar, SH., yang juga banyak memberikan wawasan dan pembekalan bagi kaderisasi, yang mana kedepan harus benar-benar siap dalam menghadapi persaingan dan revolusi industri 4.0.

 

“Kami dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) selain memberikan wawasan, juga ingin menjelaskan posisi dari keberadaan FSPI artinya, kita sedang proses secara hukum agar tidak perlu menjadi organisasi baru tapi, organisasi perubahan dari nama FSPTSK menjadi FSPI mudah- mudahan minggu ini daoat selesai. Dan ingin memberikan apresiasi kepada teman-teman Serikat Pekerja Anggota (SPA) yang kebetulan sudah mulai memiliki tanggungjawab mulai dari daerah hingga cabang dalam memberikan atas iuran, juga ingin menjelaskan tentang bagaimana kita bisa mengikuti organisasi ke depan tidak semata-mata hanya mengandalkan iuran, kita ingin berusaha mencoba nanti mengkaji bersama, apakah dimungkinkan untuk dapat dibentuknya badan usaha milik pekerja. Kenapa tidak Koperasi, karena Koprasi itu undang-undangnya tersendiri dan tidak ada disebut dalam Koperasi itu anggota-anggotanya dari pekerja,” jelasnya.

 

Ia pun menjelaskan, bagaimana kedepan FSPI agar dapat lebih berkembang, dalam menjalankan untuk memperluas jaringan, “Kita jelaskan bersama teman-teman, ke depan kita lebih memperluas jaringan sampai ke tingkat yang belum bisa kita masuki, jangan jauh-jauh keluar pulau jawa, tetapi bagaimana bisa mengembangkan di pulau jawa. Terbentuknya FSPI dari hasil Kongres, harapan kita tidak hanya tekstil, sandang dan kulit, namun industri jasa termasuk profesi juga bisa ada dudalam FSPI, karna kita semakin lama semakin memasuki era revolusi industri 4.0, dimana industri- industri tekstil dan garmen menggunakan robotik,” tandasnya.

 

(red)

Tinggalkan Balasan